Quote:
 Pembangkit tenaga listrik milik Chubu Electric Power Co di Jepang yang masih belum beroperasi |
Belum stabilnya pasokan listrik di Jepang membuat produsen otomotif dan pendukungnya melakukan penggeseran hari kerja. Mereka memilih hari libur Kamis dan Jumat dari sebelumnya Sabtu dan Minggu. Asosiasi Industri Otomotif Jepang (Japan Automobie Manufacturers Association/JAMA), seperti dilansir autonews (19/5/2011), mengatakan, perubahan ini mulai berlaku Juli sampai September.
Langkah ini untuk menghindari beban puncak penggunaan listrik sehingga tak mengganggu proses produksi. Pergeseran hari produksi seperti ini pernah dilakukan sektor industri di Indonesia tahun 2008 sesuai dengan Surat Keputusan Bersama 5 Menteri tentang pergeseran jam kerja. Bedanya, di Indonesia, saat itu, terganggunya kebutuhan listrik bukan karena bencana, melainkan memang tak punya sumber daya listrik lain.
Ketua Umum JAMA Toshiyuki Shiga menjelaskan, dengan strategi ini, industri berharap bisa mengurangi beban konsumsi listrik negara sampai 15 persen pada musim panas 2011.
Bencana gempa bumi dan tsunami 11 Maret 2011 membuat pasokan listrik nasional Jepang terganggu sampai 8 persen. Pada waktu yang sama Toyota, Honda dan Nissan tengah berupaya mengembalikan kegiatan produksinya karena sempat drop sampai 57 persen pada bulan terjadinya bencana.