Jumlah anggota jemaah calon dan haji Indonesia yang wafat hingga Sabtu (12/11/2011) pukul 16.18 waktu Arab Saudi atau 20.18 WIB mencapai 212 orang. Rinciannya, 204 orang haji reguler dan delapan orang haji khusus.
Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama di Mekkah, Sabtu, menunjukkan, jumlah anggota jemaah yang wafat terbanyak berasal dari embarkasi Surabaya 44 orang, selanjutnya embarkasi Solo 38 orang, embarkasi Bekasi 29 orang, embarkasi Jakarta 23 orang, dan embarkasi Makassar 17 orang.
Penyakit yang diderita sehingga jemaah wafat, terbanyak, adalah peyakit sistem sirkulasi 152 orang, penyakit sistem pernapasan 43 orang, penyakit endokrin nutrisi dan metal enam orang, serta penyakit neoplasma, penyakit darah, organ pembuluh darah masing-masing empat orang.
Jika berdasarkan kelamin, maka jemaah yang wafat terbesar adalah pria mencapai 146 orang dan jemaah wanita 67 orang.
Lokasi wafat terbanyak di Mekkah 156 orang, di Madinah 26 orang, di Mina 21 orang, di Arafah lima orang, dalam perjalanan Indonesia ke Arab Saudi empat orang, dan di Jeddah satu orang.
Jemaah yang wafat terbesar berusia 60 tahun ke atas sebanyak 155 orang, usia 50-59 tahun (49 orang), usia 40-49 tahun (7 orang), dan usia di bawah 40 tahun (2 orang).
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Slamet Riyanto mengatakan, memang banyak dari jemaah yang wafat tahun ini berusia 60 tahun ke atas dan masuk dalam golongan risiko tinggi (risti).
"Memang usia 60 tahun ke atas banyak yang wafat dalam pelaksanaan haji karena memang faktor usia dan kelelahan," katanya.
Namun, ia mengatakan, Kementerian Agama tidak berhak untuk melarang jemaah risti tidak berangkat menunaikan ibadah haji.
"Soal usia dan penyakit, mereka tetap mau berangkat, walaupun penyakit sudah diketahui. Mereka bahkan menginginkan wafat di Arab. Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena itu hak mereka," ujar Slamet.
Dia pun meminta agar wafatnya haji berusia lanjut sebaiknya jangan dipersoalkan dan diperdebatkan.
Source